Breaking News

Kadinkes Aceh Hadiri Pelantikan Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Aceh Periode 2021-2024


JN, BANDA ACEH - Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Aceh, dr Hanif menyampaikan, selamat atas pelantikan Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Aceh, Said Muntahaza SKM M Kes yang dirangkai dengan Seminar Nasional dengan mengambil topik tentang "stunting dan digitalisasi pelayanan kesehatan".

Hal tersebut disampaikannya usai berlangsungnya pelantikan Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Aceh Periode 2021-2024 di Hermes Palace Hotel Banda Aceh, Minggu (27 Maret 2022).

dr Hanif juga mengatakan, kegiatan ini sebuah kebanggaan kita karena dihadiri langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat IAKMI, Dr Ede Surya Darmawan SKM MKM dengan harapan dapat semakin mendorong kinerja IAKMI wilayah Aceh dibawah kepengurusan yang baru guna memperkuat sektor pelayanan kesehatan.

"Disisi lain, penanganan sektor kesehatan tidak bisa dilakukan semata-mata oleh Pemerintah saja, perlu dukungan dari berbagai stakeholder seperti organisasi kesehatan seperti IAKMI sebagai profesi yang bersifat independen dan multidisipliner yang berupaya meningkatkan derajat kesehatan tanpa memandang perbedaan sosial, agama, suku bangsa dan batas wilayah," ujarnya.

Namun, misi ini juga sejalan dengan program unggulan "Aceh Sejahtera" JKA Plus yang dijalankan Pemerintah Aceh yang menyasar tiga elemen yaitu, pemerataan layanan kesehatan, peningkatan kualitas layanan kesehatan dan memberikan layanan kesehatan yang adil kepada semua masyarakat.

"Berdasarkan hasil studi kasus gizi Indonesia tahun 2021, angka stunting Aceh mencapai 33,18 persen dan meskipun ada penurunan tapi masih jauh dari ambang batas toleransi yang direkomendasi oleh WHO yaitu 20 persen," ungkapnya.

Oleh sebab itu, upaya penanggulangan stunting di Aceh harus lebih ditingkatkan lagi. Terlebih lagi Presiden RI telah memberikan target bahwa tahun 2024 khususnya Indonesia harus mencapai angka stunting di 14 persen sehingga hal ini menjadi tugas kita di Aceh agar bisa menurunkan angka stunting menjadi sebesar 19 persen dalam waktu tiga tahun.

Ia katakan, peran IAKMI Aceh kedepannya diharapkan bisa berperan mendorong para ahli kesehatan di Aceh untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan semakin berperan aktif dalam memfasilitasi serta mendorong kualitas para ahli kesehatan, "Insya'allah dengan tekad dan kerja keras akan dapat mewujudkan pembangunan kesehatan yang berkualitas dan berkeadilan sosial," katanya. (Ulan)

Tidak ada komentar